Rabu, 16 Maret 2022

Efek Domino Mahalnya Harga Minyak Goreng Saat Ini


Efek Domino Mahalnya Harga Minyak Goreng Saat Ini

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Sebagian masyarakat tentu menggunakan minyak sebagai alat untuk mematangkan aneka masakannya. Bahka terakhir survey yang dlakuakn setiap lima taun sekali yakni tepatnya pada tahun 2020 oleh Survey Sosial Ekonomi Sosial (SUSENAS) pengguna konsumsi minyak goreng tembus 11,58 Liter/kapita/pertahun. Merujuk dari survey tersbut, tentu ini merupakan salah satu informasi yang menarik. Hal ini dikarenakan minyak gorek merupakan salah satu produk unggulan yang dimilki oleh Indonesia terutama dari segi produksinya yang begitu besar.

Berkaitan dengan hulu dari minyak goreng itu sendiri. Melimpahnya Minyak Sawit (CPO) sebagai komoditi minyak goreng dan bahan lainya tentu ini bisa menjadi alat untuk mengenjot pendapatan negara lewat kebijakan ekspornya. Pada tahun 2020 Ekspor minya sawit tersebut mencapai 27.326.1 ton. Akumulasi setiap tonnya di pangsa pasar dunia mencapai RM 3956/Ton.

Pada waktu itu, sebelum kebijakan tersebut diberlakukan.  Pada tahun 2020 Ekspor ke Uni Eropa menembus angka 5,13 juta Ton atau dengan value  keselurahan mencapai US 2,69 Miliar. Tentu hasil tersbut dapat memberikan cadangan devisa lebih terhadap Negara Indonesia.

Namun di tahun ini tepatnya pada tahun 2022. Ekspor CPO (Crude Palm Oil) yang dilakukan oleh Indonesia tidak akan sebesar dua tahun belakangnya. Hal ini dikarenakan mengingat kebijakan baru yang dilakukan oleh Kelompok Negara-Negara Eropa yang tergabung dengan blok Uni Eropa yang tidak lagi mengimpor CPO asal Indonesia.  Hal ini dilakukan dengan alasan lingkungan.

Akibat kebijakan itu, Masyarakat Indonesia mengalami sebuah Efek Domino atas kebijakan tersebut. Hal ini dikareanakan seperti yang disebutka oleh Stronge bahwa efe domino merupakan salah satu akibat dari seuatu hal yang berjatuhan seperti layaknya sebuah kartu domino yang menyambung dari satu pangkal ke pangkal yan lainnya. Inilah yang membuat harga minyak goreng saat ini ditataran masyarakat menjadi sagat tinggi yakni kisaran RP.28.000/Liter ditangan masyarakat atau konsumen utama. Hal ini tidak lain sebagai peran pengganti agar keuntungan yang selama ini didaptkan dari Ekspor ke Negara Uni Eropa dapat dikejar devisitnya. Adanya harga yang melambung itulah. Banyak masyarakat yang merasa keberatan teruma di masyarakat kalangan bawah.

Hal ini berbanding terbalik dengan efek bola salju yang ada di lingkungan pengusaha. Karena semakin sukses usaha yang digeluti, maka kepopuleran usaha tersbut akan semakin tinggi. Bahkan promosi yang dilakukan akan memiliki kaitan secara langsun tanpa dilakuka oleh orang yang memilki usaha tersebut. Dalam konteks minyak gorek. Efek bola salju yang terbentuk ialah semakin minyak goren sampai ke masyarakat, harganya semakin mahal. Tentu ini merupakan sesuatu yang harus diatasi karena data menimbulkan suatu inflasi yang bisa meningkatkan harga komoditi yang lainnya. Jika hal tersbut terjadi, tidak menutup kemungkinan angka konsumsi masyarakat menjadi menurun dan kesejahteraan hidup juga bisa dikatakan menurun dari yang sebelumnya. Hal inilah yang dapat dikatakan angka kemiskinan suatu negara menjadi meningkat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar